Senin, 12 Oktober 2015

Permataku


sudah lama aku tak jumpa dirimu
menderita jiwa dan hati ini tanpamu
hari-hari terasa kelabu

tak ada yang menyinari hariku
disana dirimu, disini diriku
aku tak tau sedang apakah dirimu
senang, sedih, bercanda dengan kawanmu
aku menunggu sebuah kabar darimu
jauh mata ini memandang indahnya parasmu
aku ingat jumpa pertama kita
di tepi sungai dekat sekolah kita
seketika pula mata ini tak bisa lupa
senyuman indah pertama
dirimu wahai permata
namun aku tak bisa menelusuri
siapa dirimu saat itu yang asli
engkau dengan segera pergi
dan menghilang beberapa waktu ini
tak lama dari semua itu
tuhan mempertemukan jiwa kita
di sebuah tempat terindah
di ujung pulau jawa
yang pertama aku duduki
ijen sang perkasa
yang sungguh menarik hati
kala itu kita bersama
menguji kemampuan fisik
melampaui kekuatan harapan
benih kasih yang aku dapatkan
beberapa waktu usai itu
aku mengerti bahwa dirimu
telah jatuh kepada orang selain diriku
hancur, remuk, sakit yang tiada berlalu
dan saat itu pula aku berjanji
untuk terus menjaga kesucian cinta ini
permataku....
sejenaklah lihat diriku...
diriku yang lemah tanpamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar